Rabu, 21 September 2011

Kuliah & Bekerja


Keputusan untuk kerja sambil kuliah atau sekolah sebenarnya memiliki resiko, tapi tingkat resiko tersebut pasti berbeda-beda berdasarkan pekerjaan yang saya geluti. Setidaknya, saya terkadang merasa kesulitan dalam mengatur waktu antara kuliah dan kerja, apalagi jika pekerjaan tersebut bersifat terikat, saya akan sering dihadapkan oleh kendala-kendala. Salah satunya seperti jadwal kerja bentrok dengan jadwal kuliah. Atau kelelahan, karena stamina saya telah terkuras ketika bekerja. Tapi, jika saya bekerja tanpa keterikatan (freelance) atau dengan sistim shift, setidaknya saya bisa meminimalkan resiko tersebut dengan cara mengatur antara jadwal kerja dengan jadwal kuliah.
Resiko lain yang biasanya terjadi ketika sekolah/kuliah sambil bekerja adalah dapat menyebabkan  saya justru menjadi malas sekolah/kuliah. Mungkin ada sebagian orang yang tidak bersikap seperti ini, tapi melihat fenomena-nya, rata-rata memang seperti itu kenyataannya. Ilustrasinya, ketika saya sudah bisa menghasilkan uang, maka saya akan asyik dengan pekerjaan saya tersebut (karena saya sudah memiliki penghasilan), kemudian akan menyebabkan saya menjadi kurang fokus terhadap sekolah/kuliah saya.
Hal-hal tersebut adalah beberapa resiko yang biasanya sering terjadi. Namun keuntungan dari kuliah sambil bekerja adalah, saya akan mendapatkan banyak pengalaman yang bisa dijadikan pedoman atau gambaran untuk kedepannya. Minimal saya dapat mengerti serta memahami bahwa “Cari uang itu susah”.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar